Standar Operasional Prosedur (SOP) – Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat Dan Prinsipnya

2 min read

Pengertian Standar Operasional Prosedur (SOP) – Tujuan, Fungsi, Manfaat Dan Prinsipnya Lengkap

Pengertian SOP – Standar Operasional Prosedur atau disingkat SOP adalah suatu dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang dijalankan, dengan suatu kronologis yang menyelesaikan pekerjaan dengan tujuan untuk memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari para pekerja dengan biaya yang serendah-rendahnya. SOP juga sering terdiri dari manfaat, kapan dibuat atau direvisi, metode penulisan prosedur dan juga disertai dengan bagan flowchart pada bagian akhir (Laksmi, 2008:52).
Standar Operasional Prosedur (SOP) – Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat Dan Prinsipnya

Tujuan Standar Operasional Prosedur (SOP)

Tujuannya yaitu untuk memperjelas rincian/standar yang tetap mengenai kegiatan pekerjaan yang berulang-ulang, yang diselenggarakan di dalam sebuah organisasi. SOP yang baik yaitu jenis SOP yang bisa menjadikan arus kerja menjadi lebih baik, menjadi panduan untuk karyawan baru, penghematan biaya, dan memudahkan pengawasan dan juga mengakibatkan koordinasi yang baik antara bagian-bagian yang berlainan dalam perusahaan.
Menurut Indah Puji (2014:30) Tujuan dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yaitu sebagai berikut :

  • Untuk menjaga tingkat konsistensi tingkat penampilan kerja, atau dalam keadaan tertentu ke mana petugas serta lingkungan dalam menjalankan suatu tugas/pekerjaan tertentu.
  • Dijadikan acuan dalam menjalankan aktivitas untuk sesam pekerja dan juga supervisor.
  • Supaya terhindar dari kegagalan/kesalahan sehingga dapat menghindari serta mengurangi konflik, keraguan dan juga pemborosan dalam proses pelaksanaan kegiatannya.
  • Adalah parameter dalam menilai mutu pelayanan.
  • Sebagai penjamin pemakaian tenaga dan juga sumber daya yang efisien dan juga efektif.
  • Sebagai penjelas alur tugas, wewenang dan juga tanggung jawab dari petugas yang saling berkaitan.
  • Sebagai dokumen yang memperjelas serta menilai jalannya proses kerja bila terjadi kesalahan atau dugaan mal praktek, serta kesalahan administrasi lainnya, hingga bersifat sebagai pelindung rumah sakit dan juga petugas.
  • Sebagai pedoman yang dijadikan pelatihan.
  • Sebagai dokumen sejarah bila sudah diberi revisi SOP yang baru.

Fungsi Standar Operasional Prosedur

Menurut Indah Puji (2014:35) fungsi dari SOP adalah sebagai berikut :

  • Melancarkan tugas pegawai atau tim atau unit kerja
  • Merupakan dasar hukum jika terjadi penyimpangan
  • Untuk mengetahui dengan pasti hambatan-hambatannya dan cepat terlacak
  • Memberi arah pegawai untuk bersama-sama disiplin dalam bekerja
  • Sebagai pedoman dalam menjalankan pekerjan rutin

Manfat Standar Operasional Prosedur (SOP)

SOP atau yang biasa disebut dengan prosedur tetap (protap) adalah ketentuan yang tertuang mengenai apa yang wajib dilakukan, kapan, dimana dan oleh siapa dan dibuat untuk menghindari terjadinya variasi di dalam proses jalannya kegiatan. Oleh pegawai yang akan mengganggu kinerja organisasi atau instansi pemerintah, secara keseluruhan. Menurut Permenpan No. PER/21/M-PAN/11/2008 Manfat dari SOP diantaranya yaitu :

  • Sebagai standarisasi cara yang dijalankan oleh pegawai saat menyelesaikan ppekerjaan yang khusus, mengurangi kesalahan dan juga kelalaian.
  • SOP juga akan memudahkan staf untuk lebih mandiri serta tak bergantung pada intervensi manajemen, hingga akan berkurang keikutsertaan seorang pemimpin dalam menjalankan prosesnya sehari-hari.
  • Peningkatan akuntabilitas dengan cara mendokumentasikan tanggung jawab yang khusus dalam menjalankan tugas.
  • Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberi pegawai, cara yang konkret dalam perbaikan kinerja serta membantu evaluasi usaha yang dilakukan.
  • Membuat beberapa bahan training yang dapat membantu pegawai baru untuk cepat tanggap dalam melaksanakan tugasnya.
  • Penggambaran kinerja tentang organisasi yang efisien yang dikelola dengan baik.
  • Supaya tersedia pedoman untuk masing-masing pegawai dalam unit pelayanan dalam menjalanlan pemberian layanannya sehari-hari.
  • Supaya terhindar dari tumpang tindih dalam menjalankan tugas pemberian pelayanan.
  • Supaya terbantu dalam menelusuri apa saja kesalahan prosedural dalam pemberi layanan, yang menjadi proses layanan supaya tetap berjalan dalam segala situasi.

Prinsip-Prinsip Standar Operasional Prosedur (SOP)

Didalam PERMENPAN PER/21/M-PAN/11/2008 dinyatakan bahwa susunan SOP harus memenuhi prinsip-prinsip diantaranya: kemudahan dan kejelasan, efisien dan efektivitas, keselarasan, keterukuran, dinamis, berorientasi pada pengguna, kepatuhan hukum dan kepastian hukum.
Berikut penjelasannya :

Konsisten

SOP harus dijalankan dengan cara yang konsisten dari waktu ke waktu oleh seluruh pihak serta dalam kondisi apapun oleh seluruh jajaran organisasi pemerintah.

Komitmen

SOP harus dijalankan dengan komitmen yang penuh dari seluruh jajaran organisasi dari level yang paling rendah ke level paling tinggi.

Perbaikan Berkelanjutan

Pelaksanaan SOP juga harus terbuka pada penyempurnaan supaya diperoleh prosedur yang benar-benar efisien dan juga efektif.

Mengikat

SOP harus mengikat pelaksana dalam menjalankan tugas yang sesuai dengan prosedur standar yang telah ditentukan.

Semua Unsur Mempunyai Peran Penting

Seluruh pegawai memiliki peran dalam masing-masing prosedur yang telah ada standarnya, jika pegawai tertentu tak menjalankan perannya dengan baik maka akan mengganggu seluruh proses yang akhirnya akan berdampak pada proses penyelenggaraan pemerintahan.

Terdokumentasi Dengan Baik

Seluruh prosedur yang telah memiliki standar wajik didokumentasikan dengan baik, hingga dapat selalu digunakan sebagai referensi bagi masing-masing mereka yang membutuhkan.
Itulah ulasan tentang pengertian SOP yang juga disertai dengan tujuan, fungsi, manfaat dan juga prinsipnya secara lengkap. Semoga bermanfaat.
Baca Juga :