OPEC – Pengertian, Sejarah, Tujuan Dan Anggotanya Lengkap

2 min read

OPEC – Pengertian, Sejarah, Tujuan Dan Anggotanya Lengkap

OPEC Adalah – OPEC adalah organisasi negara para pengekspor minyak, yang merupakan organisasi dengan tujuan menegosiasikan masalah yang berhubungan dengan produksi, harga, dan hak konsensi minyak bumi dengan perusahaan-perusahaan minyak.

Sejarah OPEC

OPEC berdiri pada tanggal 14 September 1961 di Bagdad, Irak. Negara Pendiri dari OPEC adalah 5 yaitu Irak, Iran, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela. Sesudah penyelenggaraan Konferensi Baghdad 10-14 Agustus 1960 yang diikuti oleh lima negara produsen minyak tersebut.
Markas OPEC pada awalnya bertempat di Jenewa (21 Janurasi 1961-Agustus 1966) lalu pindah ke Wina, Austria. Sejak awal dibentuk telah menjadi kesepakatan bahwa OPEC bertujuan untuk menjaga kestabilan harga minyak internasional, demi kepentingan negara anggotanya.
Venezuela adalah negara yang perta menjadi pemrakarsa pembentukan organisasi OPEC dengan mendekati Iran, Gabon, Libya, Kuwait dan Saudi Arabia di tahun 1949. Venezuela juga memberi saran pada negara-negara tersebut untuk bertukar pandangan, serta melakukan eksplorasi jalan lebar dan berkomunikasi lebih intens, antara setiap negara penghasil minyak.
Pada tanggal 10-14 September 1960, dari gagasan dari Menteri Perdagangan dan Energi Venezuela Juan Pablo Perez Alfonzo dan Menteri Pertambangan dan Enerti Saudi Arabia Abdullah Al Tariki, pemerintahan Irak, Persia, Kuwait, Saudi Arabia dan Venezueala mengadakan pertemua di Baghdad untuk berdiskusi bagaimana cara melakukan peningkatan harga dari minyak mentah yang dihasilkan oleh setiap negara produsen minyak tersebut.
Setelah itu OPEC didirikan di Baghdad dan dicetuskan salah satu hukumnya di tahun 1960 yang dibuat oleh Presiden Amerika Dwight Eisenhower yang menekan kuota dari impor minyal Venezuela dan Teluk Persia seperti industri minyak Kanada dan Meksiko.
Yang juga menurunkan harga dari minyak dunia di daerah tersebut, Presiden Venezuela Romulo Betancourt melakukan usaha dengan membentuk aliansi dengan negara Arab yang menjadi salah satu negara penghasil minyak. Yang menjadi sebuah strategi untuk perlindungan otonomi dan juga profabilitas dari minyak Venezuela.
Yang mejadi hasil tersebut, yaitu didirikannya OPEC yang menjadi penyatuan dan koordinasi kebijakan dari negara anggota sebagai tindak lanjut yang telah dilakukan.

Tujuan OPEC

Tujuannya yaitu untuk mempertahankan harga minyak serta menolak aksi penurunan harga minyak secara sepihak, oleh pemerintah minyak terbesar yang disebut dengan The Seven Mayor milik Exxon, Texaco, Socal, Gulf, British Petroleum, Shell.
Perusahaan raksasa minyak itu berasal dari negara-negara maju yaitu Amerika Serika, Inggris, Jerman Barat, dan Jepang. OPEC berupaya secara bersama-sama menentukan kebijakan harga dan jumlah produksi dari minyak bumi yang di pasarkan dunia.
Berikut ini beberapa tujuan OPEC :

  • Menggabungkan kebijakan perminyakan atas negara-negara anggota
  • Memenuhi permintaan dunia terhadap minyak bumi
  • Melakukan penyetabilan harga minyak dunia
  • Menetapakan kebijakan-kebijakan dalam melindungi negara-negara anggota
  • Mempertahankan harga minyak dan menolak aksi penurunan harga minyak yang dilakukan perusahaan besar seperti The Seven Mayor seperti Exxon, Texaco, Socal, Gulf, British Petroleum, Shell.

Anggota OPEC

Sampai saat ini anggota OPEC sudah mengalami perkembangan yang tinggi dengan adanya anggota dari beberapa negara penghasil serta pengekspor minyak mentah dari berbagai negara di belahan bumi. Syarat penting untuk keanggotaan OPEC yaitu :

  • Negara yang bersangkutan secara substansi adalah pengekspor minyak mentah.
  • Secara fundamental memiliki keperluan yang sama dengan negara-negara (yang telah menjadi) anggota.
  • Disetujui oleh mayoritas anggota OPEC.

Negara-negara yang menjadi anggota OPEC yaitu :

  • Arab Saudi (Negara Pendiri, bergabung pada September 1960)
  • Iran (Negara Pendiri, bergabung pada September 1960)
  • Irak (Negara Pendiri, bergabung pada September 1960)
  • Venezuela (Negara Pendiri, bergabung pada September 1960)
  • Aljazair (1969)
  • Angola (1 Januari 2007)
  • Libya (Desember 1962)
  • Nigeria (Juli 1971)
  • Qatar (Desember 1961)
  • Uni Emirat Arab (November 1967)
  • Ekuador (1973-1993, kembali masuk anggota sejak 2007)

Di tahun 1973, Gabon pada tahun 1973 juga bergabung dengan organisasi OPEC dengan statusnya menjadi associate member dari OPEC, namun keluar dari organisasi ini dengan keanggotaan penuh dari 1975-1995.
Di bulan Desember 1962, Indonesia bergabung dengan OPEC, tetapi pada MEi 2008 mengumumkan bahwa sudah mengajukan surat keluar dari OPEC pada akhir 2008 mengingat Indonesia sudah menjadi importir minyak (sejak 2003) atau net importir dan tidak mampu untuk memenuhi kuota produksi yang menjadi ketetapan.
Namun sesudah melakukan rapat, Indonesia hanya disuspen dari keanggotaan OPEC. Dan secara resmi Indonesia kembali masuk menjadi anggota di tahun 2014 diikuti dengan pemilihan presiden Jokowi, presiden yang baru saat itu.
Pada tanggal 30 November 2016, Indonesia kembali keluar dari keanggotaan OPEC, hal ini merupakan efek kebijakan OPEC yang menurunkan produksi minyak Indonesia sebanyak 37.000 barel perhari, untuk menghentikan penurunan harga minyak dunia.
Demikianlah Pengertian OPEC yang diikuti dengan sejarah, tujuan, dan anggotanya secara lengkap. Semoga dapat dipahami dan dapat menambah wawasan anda. Semoga bermanfaat.
Baca Juga :