4 Kompetensi Guru Dan Contoh Penerapannya Lengkap

3 min read

4 Kompetensi Guru Dan Contoh Penerapannya Lengkap

4 Kompetensi Guru – Kualitas kinerja guru dinyatakan di dalam peraturan mentri pendidikan nasional RI nomor 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. Standar kompetensi guru dikembangkan dengan utuh dari empat kompetensi utama yaitu kompetensi pedagogic, kepribadian, social, dan professional. Dan ke empatnya terintegrasi di dalam kinerja guru.

Standar kompetensi guru mencangkup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI, dan guru mata pelajaran pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK.
Ada empat hal yang harus dikuasai oleh seorang guru, yaitu menguasai bahan pelajaran, mampu mendiagnosis tingkah laku siswa, mampu melaksanakan proses pembelajaran, dan mengevaluasi hasil belajar siswa. Maka kompetensi yang harus dimiliki guru menjadi tolak ukur dari kinerja guru tersebut.

Kompetensi Pedagogik

Adalah kompetensi yang mencakup tentang pemahaman pada peserta didik, perencanaan serta pelaksanaan kegiatan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasiakan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.
Seorang guru juga harus mampu mengembangkan kurikulum berdasarkan tingkat satuan pendidikannya masing-masing. Yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Guru juga harus mampu menetapkan dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajarannya. Yaitu dengan menggunakan beragam media dan sumber belajar yang relevan serta mampu menarik perhatian siswa, hingga tujuan pembelajaran tercapai dengan optimal.
Guru harus mampu mengoptimalkan potensi peserta didik dalam mengaktualisasikan kemampuannya di kelas. Guru juga harus mampu melakukan kegiatan penilaian pada kekuatan pembelajaran yang sudah dilakukan.
Kompetensi Pedagogik Guru dan Contoh Penerapannya

  • Penguasaan terhadap karateristik peserta didik dana spekfisik, moral, social, kultural, emosional, dan intelektual.
  • Penguasaan terhadap teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik.
  • Mampu mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang yang ditempuh.
  • Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.
  • Memanfaatkan teknologi infrmasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggara kegiatan pengembangan yang mendidik.
  • Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
  • Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.

Kompetensi Kepribadian

Pelaksanaan tugas sebagai guru juga harus didukung oleh perasaan bungga akan tugas yang dipercayakan padanya. Dalam mempersiapkan generasi kualitas masa depan bangsa. Meskipun tantangannya berat dan rintangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas harus tetap tegar dalam melaksanakan tugasnya.
Pendidikan merupakan proses yang direncanakan supaya semuanya berkembang melalui proses pembelajaran. Guru yang menjadi pendidik harus bisa memengaruhi ke arah proses tersebut sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik serta berlaku di masyarakat.
Tata nilai termasuk norma, moral, estetika, dan ilmu pengetahuan, memengaruhi perilaku etik siswa sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat. Penerapan disiplin yang baik dalam proses pendidikan akan menghasilkan sikap mental,watak, dan kepribadian siswa yang kuat.
Guru juga dituntut harus membelajarkan pada siswa tentang kedisiplinan diri. Belajar membaca, mencintai buku, menghargai waktu, belajar bagaimana cara belajar, mematuhi aturan/tata tertib dan belajar bagaimana harus berbuat. Semuanya akan berhasil jika guru juga disiplin dalam melaksanakan tugas serta kewajibannya.
Kompetensi Kepribadian Guru dan Contoh Penerapannya

  • Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia.
  • Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlakmulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
  • Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil dewas, arif, dan berwibawa.
  • Menunjukan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.
  • Menjujung tinggikode etikprofesi guru.

Kompetensi Sosial

Di mata masyarakat dan siswa guru adalah panutan yang harus dicontoh dan merupakan suri tauladan dalam kehidupannya sehari-hari. Guru harus mempunyai kemampuan sosial di masyarakat dalam rangka pelaksanaan proses pembelajaran secara efektif.
Karena dengan memiliki kemampuan itu, maka hubungan sekolah dengan masyarakat pun akan berjalan lancar. Hingga setiap ada kebutuhan dengan orang tua siswa, para guru tidak akan mendapat kesulitan. Dalam kemampuan sosial ini, juga mencakup beberapa hal seperti kemampuan guru dalam berkomunikadsi, bekerja sama, bergaul simpatik, dan mempunyai jiwa yang menyenangkan.
Kompetensi Sosial Guru dan Contoh Penerapannya

  • Bertindak objektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, danstatus sosial ekonomi.
  • Berkomunikasi secara efektif, simpatik dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.
  • Beradaptasi di tempat bertugas diseluruh wilayah Republik Indonesiayang memiliki keragaman sosial budaya,
  • Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lainsecara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

Kompetensi Profesional

Adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dalam proses pembelajarannya. Guru juga memiliki tugas mengarahkan kegiatan belajar siswa, dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sehingga guru dituntut untuk mampu menyampaikan bahan pelajaran.
Guru harus selalu update dan menguasai materi pelajaran yang disajikan. Persiapan diri mengenai materi diusahakan dengan jalan mencari informasi, melalui sumber seperti misalnya buku-buku terbaru, mengakses internet, selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan terakhir tentang materi yang disajikan.
Dalam penyampaian pembelajarannya, guru juga memiliki peran serta tugas yang menjadi sumber materi yang tak pernah kering dalam hal mengelola proses pembelajaran. Kegiatan mengajar harus disambut oleh siswa sebagai seni pengelolaan proses pembelajaran, yang didapatkan melalui latihan, pengalaman, dan kemauan belajar yang tidak pernah putus.
Dalam melaksanakan proses pembelajaran ini maka keaktifan siswa juga harus diciptakan dan terus berjalan dengan memakai metode dan strategi mengajar yang tepat. Guru menciptakan suasana yang bisa mendorong siswa untuk bertanya, mengamati, mengadakan ekperimen, serta menemukan fakta dan konsep yang benar. Guru juga harus melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan multimedia, sehingga terjadilah suasana belajar sambil bekerja, belajar sambil mendengar, dan belajar sambil bermain, sesuai konteks materinya.
Selain itu guru juga harus memerhatikan beberapa prinsip pembelajaran yang menjadi ilmu keguruan. Contohnya bagaimana menerapkan prinsip apersepsi, perhatian, kerja kelompok, korelansi, dan prinsip-prinsip lainya.
Dalam hal evaluasi secara teori serta praktik, guru harus bisa melaksanakannya sesuai dengan tujuan yang ingin diukur. Jenis tes yang dipakai untuk mengukur hasil belajar harus benar dan juga tepat. Guru juga diharapkan mampu menyusun item dengan benar, supaya tes yang digunakan dapat memotivasi siswa untuk belajar. Kompetensi profesional adalah kemampuan yang harus dimiliki guru berkaitan dengan aspek.
Kompetensi Guru profesional dan Contoh Penerapannya

  • Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diambil.
  • Menguasai standar kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu.
  • Mengembangkan matei pembelajaran yang diampu secara kreatif.
  • Mengembangkan keprofesional secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
  • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

Demikianlah 4 kompetensi guru beserta contoh dan penerapan/penjelasannya secara lengkap. Semoga dapat dipahami dan dapat diterapkan oleh para guru untuk para siswa. Semoga bermanfaat.
Baca Juga :